Jumat, 04 Februari 2011

Ini cerita asli Bukan sinetron



Nenekku sayang Nenekku Tercinta

Saat aku kecil, aku melihat banyak anak-anak seusiaku bermain dan bercanda dengan nenek mereka. Namun aku tidak akan mengalami hal seperti itu, dari aku lahir nenekku sudah tidak dapat berbicara dan berjalan, nenekku mengalami penyakit stroke. Aku pernah bermimpi, suatu ketika aku berlari, bermain, bercerita dengan nenekku. Dan saat itulah aku terbangun dari mimpiku, sepertinya ingin rasanya selalu bermimpi. Tapi dalam mimpiku itu tak ada yang benar. Di dalam doaku aku hanya ingin mengatakn “ Ingin berbicara denganmu, walau hanya 1 menit nenek” tapi sepertinya Tuhan belum mengijinkan aku untuk berbicara denganmu. “Setiap aku bersamamu, engkau tak pernah menoleh kepadaku, seakan aku tidak ada di sampingmu.” 
Suatu hari, telepon pun berdering dan saat kuangkat aku mendengar berita yang sangat membuatku marah sekaligus sedih. “ Mimih masuk rumah sakit ??” itulah ucapku saat itu. Aku langsung berdoa “ Tuhan, jangan kau ambil nenekku, aku hanya ingin berbicara padanya.” Setelah kabar itu aku dapat aku langsung menuju rumah sakit tempat nenekku dirawat, hati merasa bergetar. Jantung terus berdetak cepat. Apakah itu pertanda ?? Tidak boleh, siapapun itu tidak ada yang boleh membawa nenekku pergi di tempat yang aku tidak bisa lihat.
Keesokan harinya, aku menemani nenekku di rumah sakit, dan tanpa disangka-sangka entah aku sedang bermimpi atau tidak, aku melihat nenekku berbicara padaku, menyebut namaku dan rasanya ia ingin memelukku. Ternyata itu hanyalah mimpi, tapi aku merasa itu seperti sungguhan. Akupun pulang ke rumah untuk beristirahat, saat aku ingin memejamkan mataku, aku mendengar telepon berdering lagi. Aku bingung dan sedikit ragu, aku khawatir ada sesuatu yang terjadi pada nenekku, ternyata nenekku telah di panggil oleh yang maha kuasa. Kaki ini terasa lemas, jantungku pun serasa berhenti. Apakan benar kabar ini Tuhan ? mengapa engkau panggil nenekku ? nenek yang belum pernah berbicara padaku, nenek yang belum pernah kuajak berlari, bercanda dan bermain. Kulangkahkan kakiku ke tempat nenekku dirawat, walau tak kuat rasanya namun aku harus memberanikan diri untuk melihat nenekku yang terakhir kalinya. Melihat nenekku ditutupi kain putih dan terbujur kaku. Air mata ini rasanya tidak bisa terbendung lagi. Ku bawa jasad nenek ke rumahku, semua orang pun berdatangan untuk mendoakan nenekku. Di dalam hatiku berkata “ Tuhan apakah mimpi waktu itu pertanda bahwa nenekku akan meninggalkan aku ?” 
Bagi semuanya, yang masih mempunyai nenek ataupun orang-orang yang kamu sayangi, tolong jagalah mereka, sayangi mereka. Jangan kamu menyesal belakangan karena telah menyia-nyiakan mereka. Mungkin kisahku ini tak kan kalian alami, tapi penyesalan, kesedihan orang-orang yang tercinta itu sangat sakit lebih sakit dari tusukan jarum sekalipun.      

0 komentar:

Posting Komentar

Penguins

 

My Blog List

Term of Use

Maya's Blog Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino