Senin, 05 September 2011

Sempurna


Hari ini kubuka jendela kamarku, menatap sang mentari yang sedang memancarkan teriknya. Kutujukan mataku kepada seorang pemulung yang sedang bermain bersama anak dan istrinya. Walau aku mempunyai rumah besar, dan pembantu yang banyak dan aku tidak akan mengalami kekurangan harta sedikit pun, aku merasa orang paling miskin di dunia ini, bukan karena harta melainkan karena ku ingat tentang orang tuaku. Mereka bekerja pagi sampai bertemu malam begitupun sebaliknya, seakan ku tiada diantara mereka. Seakan aku memang tidak berguna bagi orang tuaku. tak bisa berbincang menatap senyuman orang tuaku, dimarahi maupun mendapat kasih sayang mereka. Melihat kenyataan itu, seakan ku ingin meneteskan air mata. Tuhan tak apalah aku menjadi orang yang kekurangan harta, tapi aku tak ingin kekurangan kasih sayang orang tuaku. Tuhan aku merasa iri dengan keluarga pemulung itu, bersenda gurau bersama anak mereka. Sedangkan aku hanya menerima limpahan uang dari orang tuaku tanpa bisa melihat mereka dan bertatap muka dengan mereka. Mungkin kalau aku seperti keluarga pemulung itu aku akan menjadi oraang yang sangat sempurna, dan ku yakin aku akan tetap sempurna jika aku bisa terus bersama kedua orang tuaku. Tuhan berilah arti sempurna itu kepadaku.

0 komentar:

Posting Komentar

Penguins

 

My Blog List

Term of Use

Maya's Blog Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino